KABUPATEN JAYAPURA – Dinas Perindustrian Kabupaten Jayapura menggelar ajang promosi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai distrik pada akhir 2025 lalu. Acara ini menjadi strategi jitu Pemerintah Daerah untuk mendongkrak bisnis lokal sekaligus mempromosikan potensi kampung-kampung di Kabupaten Jayapura, salah satunya adalah Kampung Tablanusu.
Kekayaan Laut Teluk Depapre
Kampung Tablanusu yang terletak di pesisir Teluk Depapre, sekitar 50 km dari Kota Sentani, menyimpan kekayaan maritim yang luar biasa. Berdasarkan penelitian Bidang Marikultur YPMD IRJA, teluk ini menjadi habitat bagi 50 jenis ikan berkualitas ekspor, mulai dari Tuna, Tenggiri, Bobara, Ikan Merah, hingga Cakalang.
Sejak diperkenalkannya alat tangkap Sero Apung pada tahun 1992, hasil tangkapan nelayan tradisional terus meningkat. Hingga Maret 2026, tercatat ada 40 rumpon yang tersebar di perairan Tablanusu dan sekitarnya. Melimpahnya hasil laut ini bahkan menarik minat Intermediary Provider (ISP) untuk membuka basis bisnis di Depapre guna menyerap hasil tangkapan nelayan dan memasarkannya ke Kota Sentani hingga Pasar Hamadi di Kota Jayapura.
Ikan Asin: Sentuhan Tangan Ibu Helena
Di tengah dominasi penjualan ikan segar, UMKM di Tablanusu mulai melakukan inovasi nilai tambah. Ibu Helena Suwey, pemilik UMKM lokal, gigih mengolah ikan tangkapan menjadi ikan asin berkualitas. Meski membutuhkan ketekunan ekstra—mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses penjemuran yang bergantung pada cuaca—upaya ini membuahkan hasil.
Pada ajang promosi Dinas Perindustrian tersebut, Ibu Helena berhasil menjual puluhan kilogram ikan asin dengan harga Rp25.000 per kg. Event ini menjadi sarana promosi gratis yang efektif untuk memperkenalkan produknya ke publik yang lebih luas.
Inovasi Cokelat Bar "Homemade" Tablanusu
Selain potensi laut, Tablanusu juga menghasilkan komoditas perkebunan seperti mangga, pisang, nenas, hingga cokelat jenis Criollo. Sayangnya, selama ini hasil kebun tersebut seringkali hanya menjadi konsumsi rumah tangga.
Melihat peluang ini, Bapak Menase Soumilena dan timnya melakukan terobosan sejak 2021 dengan mengolah kakao lokal menjadi Cokelat Bar. Melalui proses yang teliti—mulai dari fermentasi biji kakao selama 5 hari, penjemuran, penyangraian, hingga pengolahan menjadi bubuk cokelat—mereka berhasil menciptakan produk cokelat batang dengan peralatan rumah tangga yang sederhana.
Adonan cokelat yang dicampur dengan madu, susu, dan kayu manis ini menghasilkan cita rasa yang unik. Pada pameran akhir Desember 2025, sebanyak 100 keping cokelat bar ludes terjual, membuktikan bahwa pasar menyambut baik inovasi ini.
Peluang Wisata dan Harapan ke Depan
Kini, Kampung Tablanusu semakin ramai dikunjungi wisatawan dari Sentani dan Jayapura, terutama dengan hadirnya hotel lokal dan populernya Pantai Amai sebagai destinasi akhir pekan. Ini adalah pasar potensial bagi produk olahan seperti Cokelat Bar dan Ikan Asin sebagai buah tangan khas.
Namun, tantangan klasik masih membayangi. Keterbatasan peralatan cetak dan modal bahan baku membuat Bapak Menase dan tim belum bisa memasok produk secara maksimal ke lokasi wisata. Dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan agar bisnis rumahan ini terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Tablanusu.
(Jan Hambur)