JAYAPURA – Yayasan Pembangunan Masyarakat Desa Irian Jaya (YPMD IRJA) resmi meluncurkan situs web resminya, www.ypmd-irja.org, pada Senin, 16 Maret 2026. Acara peluncuran ini dihadiri oleh sekitar 15 undangan dari berbagai latar belakang, termasuk direktur lembaga mitra di Jayapura serta jurnalis senior, seperti Bung Kristian Ansaka dan Bung Minggus Mampioper. Kehadiran para tokoh pers ini menghidupkan suasana dengan gelak tawa dan nostalgia masa perjuangan.
Dalam sambutannya, Direktur YPMD IRJA, Yohannes Hambur—yang akrab disapa Jan Hambur—menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pimpinan lembaga dan jurnalis yang hadir. Beliau menegaskan bahwa situs web ini merupakan "etalase digital" untuk mempromosikan seluruh kegiatan dan dampak positif YPMD IRJA sejak 1982 hingga saat ini kepada publik global.
Nostalgia Perjuangan dan Transformasi Informasi Jan Hambur juga mengajak para hadirin mengenang perjalanan lembaga. Bermula pada 1980-an, perwakilan Keuskupan Jayapura dan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua sepakat membentuk Kelompok Kerja Oikumene (KKO) untuk menghimpun data pembangunan di Papua. Seiring krusialnya isu sosial, ekonomi, dan lingkungan saat itu, KKO bertransformasi menjadi The Irian Jaya Dissemination Information Service Center (IRJA DISC).
Lembaga ini semakin diperkuat saat dipimpin oleh George Junus Aditjondro, mantan jurnalis senior majalah Tempo. Di bawah arahannya, lahirlah Buletin Dwi Bulanan "Kabar dari Kampung" (KdK). Berbeda dengan media massa kala itu yang cenderung menjadi corong pemerintah, KdK menyajikan informasi langsung dari akar rumput secara lugas. Tak jarang, tajamnya pemberitaan membuat pengambil kebijakan merasa terusik, hingga para penulisnya kerap dipanggil oleh Kepala Kantor Wilayah Penerangan untuk dimintai klarifikasi.
Dampak Nyata bagi Tanah Papua Meski penuh tantangan, Jan Hambur menjelaskan bahwa advokasi YPMD IRJA membuahkan hasil nyata, di antaranya:
- Perbaikan tata kelola tanah masyarakat dalam program transmigrasi.
- Perubahan tata kelola hutan demi kepentingan investasi yang lebih adil.
- Penundaan mega proyek bendungan di Sungai Mamberamo pada era Menristek Prof. Dr. B.J. Habibie.
Selain advokasi, YPMD juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi, seperti memasarkan biji kakao petani Papua ke pasar Jepang yang masih berjalan hingga saat ini.
Era Baru di Tangan Generasi Muda Kehadiran situs web ini menandai babak baru bagi YPMD IRJA dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Platform ini terwujud berkat komitmen Janzen Faidiban, seorang alumni Teknik Informatika dari Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ). Hanya dalam waktu enam hari kerja, Janzen berhasil merampungkan situs web tersebut dan kini mendedikasikan dirinya sebagai relawan IT YPMD IRJA.
Momen Haru Peluncuran Suasana haru menyelimuti ruangan saat Janzen Faidiban mempersembahkan video dokumentasi proses pembuatan situs web. Setelah video berakhir, Ibu Fientje Salomina Jarangga, anggota Pembina YPMD IRJA, memberikan sambutannya.
Dengan suara terbata-bata karena haru mengenang dedikasi tim selama puluhan tahun, Ibu Fien meresmikan situs tersebut. "Dengan mengucapkan nama Tuhan kita Yesus Kristus, yang memberi kita kesempatan untuk berbakti kepada masyarakat Papua, maka situs web YPMD IRJA resmi saya luncurkan," ucapnya, diiringi tepuk tangan hangat para hadirin.
Acara yang berlangsung di Kantor YPMD IRJA, Jalan Jeruk Nipis, Kelurahan Wahno, Distrik Abepura ini menjadi simbol bahwa semangat perjuangan masyarakat desa kini telah terhubung dengan dunia internasional.
(by Janzen Faidiban dan Jan Hambur)