Sejak pengalihan status politik tahun 1963 hingga akhir 1980-an, kondisi sosial, ekonomi, dan politik di Papua kurang menguntungkan bagi Orang Asli Papua (OAP). Kondisi ini diperparah oleh kebijakan "GO EAST" Presiden Soeharto yang memicu eksploitasi hutan besar-besaran, seperti kasus PT Kayu Lapis Indonesia (KLI) di hutan bakau Bintuni.
Melihat keprihatinan ini, Gereja Katolik dan GKI di Tanah Papua membentuk Kelompok Kerja Oikoumene (KKO) yang kemudian berkembang menjadi Irian Jaya Dissemination Information Service (IRJA DISC) Center.
Di bawah kepemimpinan George Junus Aditjondro (mantan wartawan TEMPO), lahirlah Buletin 'Kabar Dari Kampung'. Dinamakan demikian karena kontennya murni bersumber dari realita di kampung-kampung, mengangkat isu eksploitasi hutan, tanah ulayat, hingga penggalian tambang.
Berkat akurasi data dan gaya jurnalistiknya yang kuat, KdK mendapatkan pengakuan internasional melalui ISSN (0215-4838) dari Paris dan LIPI, dengan tujuan utama mempengaruhi kebijakan agar lebih berpihak pada masyarakat Papua. (JH)